TRIJAYAFM-SMG.com- Rencana kenaikan tunjangan perumahan bagi anggota DPRD Jateng mulai tahun 2010 mendatang menjadi sebesar 10 juta rupiah per bulan, yang mendapat sorotan dari LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI, karena dianggap terlalu besar, justru masih dianggap wajar oleh salah seorang anggota DPRD Jateng, Khafid Sirotudin. Khafid yang merupakan anggota Komisi C DPRD Jateng tersebut menjelaskan, sebenarnya kenaikan tunjangan dewan Jateng masih lebih rendah bila dibanding daerah atau propinsi lain, termasuk bila dibandingkan dengan fasilitas yang diperoleh pihak eksekutif.
Khafid menambahkan, pihaknya juga telah melakukan survey tentang biaya sewa rumah di kota semarang, yang menurutnya masih lebih mahal bila dibanding tunjangan perumahan untuk DPRD Jateng. Selain itu ia juga membandingkan dengan harga perumahan saat ini yang menurutnya juga masih lebih mahal dari tunjangan perumahan dewan. Yang jelas, menurut Khafid, dengan adanya tunjangan perumahan tersebut, maka sudah konsekuensi bagi anggota dewan untuk meningkatkan kinerjanya.
