Pagar Rumah Penyaring Polusi
Oleh :
admin on 22nd Februari 2010
Terkadang kita tak menyadari bahwa dampak dari rumah yang kontak langsung dengan jalan utama lingkungan, apalagi bila jalan tersebut juga padat dengan jalur kendaraan umum, maka polusi udara berupa debu dan kebisingan menjadi santapan keseharian dalam rumah tinggal tersebut. Dan bahkan sebenarnya dampak dari panas lingkunganpun akan masuk kedalam rumah kita.
Effektif dan bijak menghadirkan tanaman, sejauh ini menjadi ‘idola’ penghuni rumah dalam menciptakan keasrian rumah tinggal, tapi bagaimana kalau lahannya sempit dan lahan itu sendiripun sangat bermnfaatkan digunakan untuk aktifitas lain. Jawabnya adfalah optimakan fungsi dan peran pagar depan rumah kita. Berikut beberapa tip menciptakan pagar yang multi peran :
- Material pagar : Peran sebagai pelindung atau pembatas harusnya diutamakan. Tidak harus bermaterial besi atau berbentuk tinggi bak ’beteng’, tapi kehadirannya dibuat dengan usaha mempersulit lintasan orang/hewan, misalnya, fungsikan dengan benar peran dari saluran lingkungan yang justru jangan ditutup.
- Bentuk pagar : Rapat tapi tidak tertutup, misalnya dengan disain pagar yang tersusun dari bilah-bilah element dengan demensi sempit (mempersulit tamu tak diundang) dan diperankan untuk tempat rambatan tanaman dan kesatuan bidang pagar dan pintu pagar/gerbang, dapat dijadikan area tempat rambatan tamanan.
- Jenis tanaman : Tanaman rampat pada pagar berfungsi sebagai elemnt taman rumah tinggal dan lebih optimal lagi sebenarnya berfungsi sebagai bidang ‘penghalang’ kotoran/debu lingkungan dan bahkan menghalangi suara bising dari luar. Banyak jenis tanaman rambat, namun pilihlah tanaman yang bukan habitat/ mudah ditemukan ulat.
- Jenis pepohonan : Bila mana ingin menghadirkan jenis tanaman yang besar/ pepohonan, sebaiknya letakan di dalam pagar dan pilihlah jenis pohon yang bertajuk lebar dan rimbun. Tanaman buah-buahan seperti jambu, mangga, rambutan sangat pas untuk fungsi peneduh dan pengurang hawa panas lingkungan.
- Perlakuan Intensif : Rencanakan dengan matang dan cermat (butuh pemeliharaan yang insentif dan memakan waktu lama), penggunaan taman yang difungsikan dan dibentuk menjadi element pagar, seperti penggunaan tanaman teh-tehan ataupun bambu-bambuan yang disusun secara rapat.
- Jadikan gaya hidup : Menamkan gaya hidup menghijauakan lingkungan yang berawal dari terapan pada disain rumah kita masing-masing merupakan ujud nyata atasi kerusakan lingkungan global. Kapan kita mulai. (DR.Ir. Eddy Prianto,CES,DEA, 2010)
Berita Terkait
- Hadirkan Waterwall di Rumah Kita
- Aspal Penyerap Polusi
- Israel Bangun 600 Rumah di Wilayah Palestina
- Ciptakan Atap Ramah Lingkungan
- Carport Ramah Lingkungan