Masyarakat Takut Birokrat Semakin Sibuk Berkampanye,Tinggalkan Tugas Pemerintahan

Oleh : Trijaya FM Semarang on 23rd Februari 2010
Bookmark and Share
SEMARANG – Empat birokrat lingkup pemerintah kota Semarang resmi terjun ke kancah politik dengan maju dalam Pilwalkot Semarang 2010, secara bersamaan, jelas menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat kota Semarang yang melihatnya.
Akankah kinerja pemerintah kota semarang, membuka awal tahun 2010 ini menjadi kian lebih baik , kian profesional. Inilah yang dirasakan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam elemen mahasiswa KAMMI Semarang, dalam aksi unjuk rasa yang digelar didepan kantor balaikota Semarang, kawasan Pemuda. Tidak hanya akan memicu terjadinya penyelewengan jabatan negara, kehadiran para birokrat dalam perebutan kursi politik Pilwalkot Semarang, dimata mereka juga akan memberikan resiko terhadap turunnya kinerja dan netralitas para PNS.
Balon walikota Semarang dari birokrat ini, akan lebih disibukkan dengan berbagai kegiatan kampanye dan sosialisasi ketimbang bekerja, menekuni persoalan pembangunan di kota Semarang. Berikut cuplikannya…
Sibuknya para bakal calon dari kalangan birokrat ini untuk berkampanye dan bersosialisasi visi dan misinya kepada masyarakat diseluruh wilayah kota Semarang, jelas sangat menyita waktu, hingga terkadang harus mengalahkan kepentingan masyarakat. Ini diakui balon walikota PKS – Gerindra, Harini Krisniati, meski untuk bersosialisasi ia lebih memilih ketika pekerjaan rutinitas sebagai pejabat negara di kota Semarang, usai. Tidak seperti calon – calon lainnya, Mafud Ali, Sumarmo , dan M Farchan.
Meski demikian, keberadaan mereka yang memilih terjun ke kancah politik, sangat mengganggu kinerja sehari – hari. Harini Krisniati mengaku, sebagai sekretaris daerah kota semarang, sampai saat ini belum merampungkan laporan pertanggung jawaban purna tugas walikota Semarang , Sukawi Sutarip di akhir tahun 2010 ini. (Elizabeth Widowati)

Berita Terkait

  1. 18 April 2010, Pilwalkot Semarang, Di Demo
  2. KPU,Di Protes Calon Perseorangan
  3. KPI Di Wajibkan Bantu Pilwalkot 2010
  4. Panwas Pemilu Kota Semarang Tak Bisa Jembatani Masuknya Calon Perseorangan Dalam Pilwalkot 2010
  5. Ujian Nasional masih menjadi kontroversi ditengah masyarakat






Headlines News