Luke Thomas Devine (24) Seorang warga asal Australia ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 25 apartemen yang ditempatinya. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (26/2) pagi.
Warga Australia tewas setelah terjun dari lantai 25 Apartemen Waterplace E-25/17 di kawasan Wiyung, Surabaya Selatan. Korban melompat dari lorong lantai 25 tempatnya tinggal hampir 5 bulan terakhir di Surabaya. “Kejadiannya sekitar pukul 02.15,” kata Kapolsek Wiyung, AKP Bambang Tri Purwanto kepada wartawan.
Sebelum kejadian, korban habis menggelar pesta minuman keras (miras) bersama rekan-rekannya. Korban yang berprofesi sebagai guru bahasa asing di satu lembaga pendidikan bahasa asing di Surabaya itu sempat keluar dari apartemennya sebelum kejadian. Diduga saat kembali itu, korban dalam keadaan mabuk.
Mungkin tak sadar karena pengaruh miras itu, korban yang baru 5 bulan tinggal di Surabaya kalau yang dimasuki bukanlah kamarnya, melainkan sebuah lorong. “Diduga korban ini tak tahu kalau yang dimasuki bukan kamar. Kemungkinan korban menduga lorong itu kamarnya sehingga langsung masuk,” tambahnya.
Tak pelak lagi, tubuh korban langsung meluncur deras ke bawah. Tubuh korban ditemukan di kubah lantai 1 apartemen tersebut dalam kondisi tewas. Yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah security apartemen. Tak berselang lama, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Wiyung.
Petugas langsung ke TKP dan meneruskan laporan ke Polres Surabaya Selatan dan Polwiltabes Surabaya. “Kasus ini ditangani Polwiltabes Surabaya karena urusannya melibatkan dua negara,” katanya.
Mengenai penyebab jatuhnya korban dari lantai 25 apartemen yang ditempati, faktor pengaruh miras adalah kemungkinan besar penyebab utamanya. Korban dalam kondisi kurang sadar saat kembali ke apartemennya. Dugaan itu didapat setelah polisi memeriksa Tabitha (23), kekasih korban.
Saat diperiksa, Tabitha mengakui sebelum kejadian, dia dan korban berpesta minuman keras bersama teman-temannya di dua lokasi berbeda.
“Korban dan kekasihnya ini keluar apartemen pukul 21.00. Mereka mengendarai motor menuju sebuah cafe di belakang Garden Palace Hotel,” ujar Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo.
Di cafe tersebut telah menunggu 5 orang. Mereka lantas menggelar pesta miras. Sekitar satu jam kemudian, korban dan kekasihnya ini berpindah tempat. Yakni sebuah cafe di Jalan Sumatera. Di cafe kedua ini telah menunggu 8 orang. Lagi lagi korban berpesta miras. Tiga jam kemudian, korban dan kekasihnya kembali ke apartemennya dengan naik taksi.
Diduga karena mabuk berat, korban tak tahu kamarnya. Hingga korban terjatuh dari lantai 25 dan ditemukan tergeletak di kubah lantai 1. “Kekasihnya naik belakangan. Dia terkejut ketika tak melihat korban di kamar. Kekasihnya lalu menduga korban masih berada di lantai satu,” jelas Anom.
Kekasih korban baru tahu korban tewas karena terjatuh dari lantai 25 setelah diberitahu security apartemen. (SM)
