KA Rute Joglosemar Dioperasikan

Oleh : Trijaya FM Semarang on 2nd Maret 2010
Bookmark and Share

KA Banyubiru yang semula melayani rute Semarang-Solo-Sragen berganti rute menjadi Semarang-Solo-Yogyakarta (Joglosemar), Mulai Senin (1/3) dioperasionalkan.

Rute baru itu diharapkan dapat mengganti jalur Semarang-Solo-Sragen yang tingkat isian penumpangnya selama ini cukup rendah, sehingga lebih optimal.

Menurut Kepala PT KA Daop IV Semarang, Septa Trijono Ramadin, pihaknya ingin membenahi jalur-jalur yang selama ini memiliki tingkat penumpang rendah seperti Semarang-Solo-Sragen. Jalur tersebut kurang bagus dan tergolong jalur ‘kering’. Rute tersebut dulu diadakan karena permintaan Pemkab Sragen. Namun kenyataannya, pasar kurang merespon keberadaan rute tersebut.

Oleh karena itu, kereta kelas ekonomi itu diharapkan bisa menjadi rintisan awal jalur Joglosemar, sehingga dapat membidik para pekerja dan penumpang KA Prameks Solo-Yogyakarta yang selama ini tergolong penuh. Kereta itu akan berangkat pukul 04.50 dan 12.50 dari Stasiun Poncol, serta 08.40 dan 16.40 dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Harga tiket selama masa promosi Semarang-Yogyakarta Rp 24.000, Semarang-Solo Rp 16.000, dan Solo-Yogyakarta Rp 8.000.

“Jumlah penumpang dari Semarang menuju Yogyakarta menggunakan angkutan umum, seperti bus dan travel mencapai sekitar 2.000 orang per hari. Berdasarkan penghitungan itu, kami menargetkan setidaknya ada sekitar 10 persen penumpang yang akan beralih menggunakan KA dengan pembukaan jalur Joglosemar itu,” katanya.

Banyubiru siap bersaing dengan transportasi darat lain seperti bis dan travel.

Kereta itu diprediksi hanya akan menempuh waktu 3 jam 11 menit, dan hanya berhenti di Stasiun Poncol, Tawang, Salem, Solo Balapan, Klaten, Lempuyangan, dan Tugu.

Guna menunjang kelancaran jalannya kereta, tahun ini jalur Brumbung-Gundih dan Gundih-Solo sedang diperbaiki agar kecepatan kereta bisa mencapai 70 km/jam. Sebelumnya, kecepatan di area tersebut hanya 30 km/jam, sehingga memakan waktu tempuh lebih lama.

Tanpa Toilet
Sayangnya, KA Banyubiru dengan kapasitas sekitar 300 orang, rangkaian empat gerbong, serta tempat duduk saling berhadapan ini tak dilengkapi toilet. Jadi penumpang yang hendak buang air harus menunggu sampai berhenti di stasiun.

Untuk itu, Daop IV akan bekerja sama dengan Daop VI Yogyakarta untuk merealisasikan rencana melayani jalur ini dengan kereta ber-AC dan fasilitas toilet. “Rencananya Daop VI Yogyakarta akan menambah satu rangkaian kereta dengan fasilitas AC dan toilet untuk keberangkatan dari Yogyakarta,” tutur Septa.

Berita Terkait

  1. Liburan, Stasiun Poncol Sesak
  2. Pansus RT/RW DPRD Jateng Tolak Tol Solo-Jogja
  3. Demo Angkot Banyumanik
  4. Kepala lawan Kepala, 18 Tewas di Belgia
  5. Semua Bus AKAP Wajib Berhenti Di Mangkang






Headlines News