Pasangan calon walikota – wakil Walikota Semarang Hj Harini Krisniati-Ari Purbono mendapat restu dari para pejuang veteran kemerdekaan.
Harini-Ari diterima oleh Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) H Haryono, Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) Sutarto, Ketua Veteran H Suhartono, Ketua Pertempuran Lima Hari Semarang Sudiyono, dan HM Untung Suwardi selaku Ketua DAC ‘45.
Dalam petemuan yang selenggarakan Selasa, (2/3/2010) tersebut, Harini secara filosofis menyampaikan alasannya untuk maju dalam Pilwakot 2010. Keterpanggilan Harini melihat kondisi Kota Semarang. “Semarang harus berani go public, karena globalisasi pasti terjadi, dan kita harus setidaknya sejajar dengan kota-kota lain di Asia,” kata Harini berseamangat.
Selanjutnya, Harini menyampaikan sejarah Stasiun Tawang yang saat itu menjadi yang pertama di Asia Tenggara. “Artinya Semarang memiliki sejarah emas, dan kita merindukan itu,” ungkapnya.
Semangat Harini ini tampaknya disambut baik oleh para veteran. Satu persatu ketua dari lembaga pejuang tersebut memberikan masukan kepada pasangan Harini-Ari.
Ketua PWRI Haryono menyampaikan keprihatinan tentang kondisi generasi muda saat ini yang mulai kehilangan nilai juang. “Apa-apa serba ingin gampang dan instan. Ya kita tidak bisa menyalahkan, orangtua memang harus banyak ngrumangsani,” katanya.
Ari Purbono sepakat dengan Haryono, bahwa saat ini perlu dibangun karakter pemuda yang bermental juang tinggi dan visioner. Haryono berpesan kepada kedua pasangan yang mengusung tagline “Rindu Semarang Berubah” tersebut agar setidaknya melakukan tiga hal. Yakni, tidak melupakan sejarah dan menjaga kesinambungan dengan golongan tua, selalu nguri-uri Budaya Semarang, serta melestarikan nuansa kehidupan Semarang yang nyaman dan kondusif. Selain itu juga menyeriusi pembangunan infrastruktur, terutama dalam menangani masalah banjir.
“Memang orangtua ini sudah tidak bisa membaca, tidak kuat demo, hanya tinggal punya kekuatan batin yang bisa merasa. Jadi, bisa kami hanya berdoa, silakan semoga kemenangan teraih,” tutup Haryono diamini yang lain.
