Aulia Syahidah (20), Istri Zainudin alias Joko Sulistyo (32), hanya bisa pasrah ketika mendengar kabar suaminya menjadi salah satu tersangka teroris yang tertangkap di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Saya tidak pernah tanya kemana pergi suami saya. Kontak terakhir Tanggal 3 Maret 2010, setelah itu tidak tahu lagi,” katanya saat ditemui di rumah mertuanya, Parinem, di RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, di Boyolali, Minggu.
Aulia, berkenalan dengan Joko selama sekitar dua minggu dan selanjutnya menikah pada Bulan Januari 2009. Kini mereka memiliki anak berumur empat bulan bernama Hajar Haninatus Syahadah.
Parinem, kaget mendengar kabar bahwa anak bungsunya itu ditangkap polisi di NAD karena menjadi tersangka terorisme.
“Anak sekarang tidak bisa diberitahu, tidak menurut nasihat orang tua,” katanya dalam bahasa Jawa. Ia setiap hari bekerja sebagai pedagang bumbu dapur di Pasar Dibal, Boyolali.
Joko, lulus SMA Al Islam I Solo Tahun 1995 dan kemundian melanjutkan kuliah Program Diploma 3 Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Diponegoro Semarang.
Ketua RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Sutarjo, mengatakan, Joko yang terlihat pintar itu adalah warga asli pedukuhan setempat.
Warga setempat, katanya, tidak menyangka bahwa Joko menjadi tersangka jaringan terorisme.
