Carport Ramah Lingkungan
Garasi biasanya berupa ruangan yang tertutup disamping rumah yang difungsikan untuk menempatkan mobil dan perlengkapannya. Pada kondisi rumah berlahan terbatas, dengan kebutuhan memarkir mobil harus masuk halaman, karena pertimbangan keamanan dan lain sebagainya, orang memilih membuat sebuah carport. Tuntutan utama sebuah carport adanya pelindung bagian atas, berupa atap genteng, asbes, fiberglass, susunan papan yang dibaut seperti gazebo sebuah taman, bahkan mungkin sebuah taman bermain.
Salah satu kriteria carport ramah lingkungan selain effektif dan effisien bentuk dan nyaman serta aman bagi pemilik, juga harus berhasil mengurangi dampak/toxin polusi udara dan panas bagi rumah tinggalnya. Beberapa kiat mengurangi panas udara dan mesin, polusi buangan dari knalpot hingga limbah buangan pencucian, dengan cara :
- Bentuk atap : Minimalisir panas dari sinar matahari diatas atap carport dengan menggunakan tanaman rambat, karena disamping berfungsi melindungi, kehadiran tanaman berperan sebagai penyerap gas CO2 buangan knalpot mobil.
- Ketinggian atap : Faktor ini sebenarnya dengan mempertimbangkan ketinggian kendaraan yang dimiliki ditambah 1 meter di bagian atas. Rata-rata ketinggian carport 3.00m, karena diharap dapat mengkomodir segala jenis kendaraan yang terparkir dan masih memungkinkan kesediaan ruang untuk aktifitas membersihkan kap mobil saat di cuci atau di rawat.
- Dinding carport : Apabila ada dinding pembatas dengan tetangga, akan lebih asri jika didisain dengan menghadirkan element bernuansa alam ( batu-batuan, susunan kayu yang dibuat menyerupai taman gantung/taman tempel, hingga kreasi susunan panan dari limbah packing barang)
- Bagian lantai : Karena di area carport sering juga difungsikan untuk mencuci mobil, maka pilihlah lantai dengan menggunakan element yang mudah menyerap air, mudah dibersihkan dan tidak licin, seperti grass block (disain paving yang berlubang untuk penempatan rumput-rumputan), susunan batu alam dengan pola-pola yang mempertimbangkan aliran air buangan.
- Kemiringan lantai : Apabila bidang lantai ditutup dengan keramik, buatlah lantai agak miring ke arah saluran/ bagian sudut pembuangan. Kebiasaan memiringkan ke bagian depan, sebenarnya bentuk kurang perduli pada lingkungan dalam membuang limbah walau sebatas air cucian mobil.
Untuk itu akan lebh bijak bila dibuang kearah samping/dinding barulah disalurkan ke lingkungan. Mulailah bijak dalam membuang limbah rumah ita sendiri (DR.Ir. Eddy Prianto,CES,DEA, 2010)
Berita Terkait
- Ciptakan Atap Ramah Lingkungan
- Hadirkan Waterwall di Rumah Kita
- Pagar Rumah Penyaring Polusi
- Sampah Elektronik Dunia 40 Juta Ton
- Di Cina,Puluhan Mayat Bayi Di Buang