Dua belas relawan Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, ‘Freedom Flotilla to Gaza,’ mendapat kewarganegaraan khusus dari Presiden Mahmoud Abbas.
“Kami dapat katakan saat ini, bahwa darah Indonesia kini bercampur dengan darah Palestina. Ini mengapa kita menganggap ke-12 relawan Indonesia sebagai warga Palestina. Presiden Abbas telah memberikan kepada mereka relawan yang ada di atas kapal (Mavi) Marmara, kewarganegaraan,” ujar Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Lima dari mereka bertemu Presiden Yudhoyono pada Selasa siang. Tiga orang relawan yaitu Ferry Nur, Muhendri Muchtar, dan Okvianto Baharuddin berasal dari organisasi Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA). Sedangkan dua lainnya adalah M. Yasin, jurnalis TVOne dan Hardjito Warno dari stasiun televisi Al-Jazeera. Ikut hadir pula Fariz Mehdawi dan Duta Besar Kerajaan Yordania untuk Indonesia Mohammad Hassan Dawodieh.
Dalam pertemuan ini, Presiden Yudhoyono mengucapkan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan dan ketabahan mereka selama dalam tahanan. Presiden juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Palestina dan Yordania, yang telah membantu kepulangan relawan Indonesia.(Voa/Adm)
