NARATHIWAT – Kemarin tepatnya tanggal 1 juli 2010 pukul 2 dini hari , diributkan dengan berita pembunuhan. Seorang santri asal Indonesia ditikam hingga tewas di sebuah masjid di Thailand selatan, pernyataan tersebut berdasarkan dari salah seorang polisi Thailand yang tengah melakuka penyidikan.
Pemuda berusia 18 tahun itu ditikam sebanyak tujuh kali saat tidur di Masjid Ahmadiyah di Distrik Sungai Kolok, kota perbatasan di provinsi Narathiwat. Enam mahasiswa lain juga sedang tidur di dekatnya, namun tak seorang pun yang mengalami cedera.
Polisi mengatakan, penyelidikan awal mengisyaratkan bahwa serangan yang terjadi pukul 02.00 dini hari itu terkait masalah pribadi dengan para remaja setempat. Thailand selatan merupakan kawasan yang bergolak. Selama enam tahun wilayah itu menjadi basis pertempuran antara pemberontak muslim dengan pemerintah. Lebih dari 4.100 orang tewas selama pemberontakan.
Thailand selatan yang terdiri atas Provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat dulunya adalah wilayah otonomi Melayu Muslim. Pada 1902 wilayah itu dikuasai Thailand dan sejak itu terjadilah pergolakan. ( Aulia )
